sponsored

MENJAGA CINTA UNTUK TETAP BERSEMI DI PUNCAK GUNUNG INDONESIA


Ada rasa bahagia ketika para keponakan yang mulai tumbuh dewasa berkeinginan untuk pergi berkemping. Meski hanya bersifat fun dan berkemah di tempat wisata, penulis dapat melihat gairah mereka untuk menikmati suasana alam secara langsung bersentuhan dengannya. Mereka yang sehari-hari berjibaku dengan semua hapalan teori pelajaran sekolah dan rutinitas layaknya pekerja, sungguh sangat menikmati suasana yang ada disekitarnya. Rasanya 3 hari 2 malam bagi mereka masih sangat terasa kurang.

 http://idx8.xyz/r/1106/38299/

Kedekatan manusia dengan alam sejatinya harus dibina sejak kecil. Karena sejatinya manusia dan alam saling terikat satu sama lainnya. Angkatan muda saat ini kebanyakan terlahir dilingkungan perkotaan. Mereka sudah terbiasa menghirup udara perkotaan disaat melangkah pulang bersama orangtuanya dari rumah sakit menuju rumah. Mereka lebih terbiasa mendengar deru motor bajaj dibandingkan kokok ayam dipagi hari atau suara binatang kecil tongeret di pepohonan menjelang musim kemarau. Suasana alam sekitarnya tidak terserap secara alami semenjak lahir. Suasana asri alam dirasakan hanya pada saat mereka mengunjungi kampung halaman kakek/neneknya aau disaat mereka berwisata ke daerah. Keterkaitan dengan alam dirasakan minim sekali sehingga saat ditanyakan pendapat mereka mengenai sawah, banyak yang mengatakan bahwa sawah itu jorok karena lumpur, banyak kodoknya, banyak kotoran sapi dan lain sebagainya. Padahal, dari sawah itulah kita tumbuh besar dan kuat seperti sekarang. Apa mau dikata, tidak ada yang bisa disalahkan terkait hal ini.

 http://mataharimall.go2cloud.org/aff_c?offer_id=42&aff_id=4671
Seiring perkembangan jaman, penulis mensyukuri dengan adanya regenerasi para pendaki muda saat ini. Animo untuk naik gunung atau bepergian ketempat yang belum dikenal oleh mereka sangat tinggi. Meski hal tersebut banyak dimotivasi akibat budaya "selfi" dari gadget yang ada, ya biarkanlah. Karena hal itu juga akan kita lakukan dulu apabila di masa lalu telah memiliki teknologi seperti sekarang ini. Penulis menikmati semua karya selfie pendaki muda dari berbagai laman Facebook maupun instagram. Dan diakui oleh penulis bahwa "Indonesia ini sungguh sangat dahsyat keindahannya" terutama dari puncak gunung tempat mereka berselfie ria. Keceriaan mereka saat mendaki, berteman, berinteraksi yang terekam di depan kamera sungguh menjadi pemandangan yang membahagiakan. Seolah mereka lupa akan keributan dunia diluar ini, tapi hal itulah yang memang dicari oleh para pendaki. Kita lari dari keriuhan dunia untuk sekedar menumpahkan rindu kepada alam. Sebaliknya, alam pun hanya akan memanggil mereka para pendaki sejati saja untuk bertemu dan  bukan dengan pendaki yang hanya bersifat hura hura atau tidak karuan.

http://semua-ada.instashop.co.id

Sungguh indah berkawan dengan mereka semua melalui Facebook meski kita tidak salng mengenal ataupun pernah bertemu. Lanjutkan terus kedekatan dengan alam Sahabat. Kenali alam sehingga kita akan memiliki seribu alasan untuk selalu melindungi mereka dan habitatnya. Keseimbangan alam di masa depan kini menjadi milik kalian untuk selalu dijaga kelestariannya. Meski kita tidak saling mengenal penulis akan selalu mendoakan agar Sang Pencipta selalu melindungi kemana pun kaki kalian menyapa dunia di setiap puncak dimana awan putih menggantung di bawah kita.

Alam adalah kita dan kita adalah sahabatnya. Terima kasih untuk selalu menjaga cinta atas kelangsungan itu semua. 

Salam Pendaki.

T-165-CL
TSP CAMP - 08197277783
MURAH BERLIBUR  - 08112125249

http://www.facebook.com/pg/tspcamp/shop/

Comments